Apa Ciri-Ciri Kontraksi dan Ada Berapa Jenisnya?

Apa Ciri-Ciri Kontraksi dan Ada Berapa Jenisnya?

Secara umum, ciri ciri kontraksi sering disematkan pada keadaan ibu hamil menjelang persalinan. Tapi, apakah kontraksi hanya terjadi pada saat itu juga? Rupanya bukan hanya itu. Ada beberapa jenis kontraksi yang dialami oleh seorang wanita dalam hidupnya? Berikut ciri-ciri sekaligus jenis kontraksi yang kemungkinan besar pernah Anda alami.

Kontraksi saat Berhubungan Intim

Tidak sedikit seorang ibu hamil yang menahan diri untuk tidak berhubungan intim. Apalagi kalau sudah hamil tua ataupun baru hamil muda. Mereka khawatir jika nantinya bayi akan lahir secara prematur. Nah, apabila Anda berhubungan intim dan mengalami kontraksi, sebetulnya wajar-wajar saja.

Tapi, jauh lebih baik ketika berhubungan intim saat hamil itu menggunakan kondom atau pakai metode berhubungan intim secara putus. Soalnya sperma yang memanar itu mengandung hormon prostaglandin yang memang bisa menyebabkan keguguran maupun terjadi persalinan prematur. Kalau masih ragu-ragu, konsultasikan ke dokter ahli dulu.

Kontraksi Dini

Kontraksi terjadi pada waktu Anda berada pada periode kehamilan di trimester pertama. Maklum, saat itu, tubuh tengah menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang terjadi akibat kehamilan. Berhubung kontraksi ini terjadi karena pengaruh hormon progesteron, maka rahim relatif tenang. Jadi tenang saja karena tidak menyebabkan keguguran.

Tapi ada satu hal yang perlu diwaspadai, yakni tanda bercak darah pada waktu kontraksi terjadi. Adanya bercak darah menandakan ada yang tidak beres dengan kondisi kehamilan Anda. Sebaiknya, langsung konsultasikan ke dokter atau bidan agar mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Kontraksi Palsu

Familiar dengan kontraksi yang ini? Yap! Ciri-ciri kontraksi palsu secara umum terjadi lebih tenang dibandingkan dengan kontraksi yang sesungguhnya. Kontraksi jenis ini kerap disebut dengan istilah Braxton-Hiks. Biasanya sih terjadi ketika usia kehamilan Anda memasuki 32-34 pekan.

Durasi kontraksi palsu cukup singkat, yakni mulai dari 20 detik sampai dengan 2 menit. Sedangkan jarak atau interval antar kontraksi terjadi setiap 30 menit sekali diiringi dengan rasa nyeri dan kram. Ketika kontraksi terjadi, rasanya mirip dengan saat Anda mengalami kram karena haid.

Kontraksi Jelang Persalinan

Inilah yang biasanya ditunggu-tunggu oleh ibu hamil di mana pun berada. Terjadinya kontraksi ini karena posisi calon bayi sudah turun dan bergerak bebas. Durasinya cukup lama, yaitu 20 detik sampai dengan 40 detik. Jarak antara kontraksi satu dengan lainnya sekitar 10 menit dan terjadi selama 3 kali.

Ketika pembukaan semakin besar, umumnya durasi kontraksi juga lebih lama. Kontraksi yang terjadi akan diiringi dengan keluarnya lendir plus darah. Momen ketuban pecah juga terjadi pada saat-saat itu. Tunggu apa lagi? Langsung hubungi bidan setempat agar prosesi kelahiran si jabang bayi bisa ditangani lebih cepat.

Itulah beberapa jenis dan ciri-ciri kontraksi yang umumnya dialami oleh setiap perempuan. Mudah-mudahan selama menjalani periode kehamilan, semua berjalan lancar. Biar tidak stres ketika hamil, sering-sering ajak suami untuk berbincang hangat. Selain itu, sering-seringlah pergi ke dokter ahli untuk berkonsultasi mengenai kehamilan Anda.