Allisya Protection Plus: Perlindungan Mudah untuk Cacat Tetap Total

Allisya Protection Plus : Perlindungan Mudah untuk Cacat Tetap Total

Dalam Allisya Protection Plus terdapat banyak rider yang dapat meringankan beban Anda. Salah satu ridernya yaitu TPD untuk Cacat Tetap Total yang dialami hingga waktu tertentu. Asuransi Syariah sangat membantu penyembuhan dan juga bisa membantu jika mengalami kelumpuhan total.

Rider Cacat Tetap Total

Cacat Tetap Total merupakan salah satu rider pada produk asuransi syariah Tapro Allisya Protection Plus. Rider TPD (Total Permanent Disability) ini digunakan khusu bagi kepala keluarga atau para pencari nafkah dalam keluarga.

Cacat yang Termasuk Jenis TPD

Ada beberapa jenis cacat yang dapat masuk dalam TPD dan bisa mendapat jaminan oleh Allisya Protection Plus. Pertama, yaitu ketika tidak berfungsinya kedua kaki, kedua lengan, atau kedua mata, serta kombinasi dari ketiga organ tersebut sehingga membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitasnya.

Kedua, ketika orang tersebut tidak dapat melaksanakan minimal 3 dari 5 aktivitas sehari-hari kayaknya orang normal biasa seperi menyapu, menyuap, mandi, buang air, dan berpindah tempat. Selanjutnya peraturan agar seseorang bisa mendapatkan jaminan TPD yaitu kedua jenis cacat tersebut sudah berlangsung selama 180 hari atau 6 bulan sejak kejadian kecelakaan.

Pertanggungan

Masa pertanggungan Asuransi Jiwa dan Investasi ini hingga tertanggung berusia 65 tahun. Uang tertanggung berjumlah 8 juta dan maksimal 1 miliar atau sama dengan UP dasar. Selain itu anak-anak tidak bisa di kerjakan rider TPD. Sehingga khusus untuk orang dewasa. Ketika masuk, tertanggung harus berusia 18 hingga 64 tahun.

Pengecualian

Memang cacat total akan mendapat jaminan perlindungan dari Allianz, namun tidak semua cacat total. Ada beberapa pengecualian untuk rider TPD. Berikut pengecualian yang harus Anda ketahui agar tidak salah ketika klaim rider dengan fasilitas ini.

  • Melakukan tindakan kriminal oleh orang yang berkepentingan dengan polis
  • Pekerjaan berisiko seperti polisi, tentara, atau pemadam kebakaran
  • Kecelakaan pesawat udara yang jadwal penerbangannya tidak tetap.
  • Terlibat dalam perkelahian tanding, kecuali dalam urusan bela diri
  • Penyakit yang diderita sebelum berlakunya perlindungan TPD yang mengakibatkan cacat total

Sekarang Anda tidak perlu khawatir jika ada anggota keluarga menderita cacat total asal sudah daftar asuransi jiwa dan investasi Allisya Protection Plus. Selain dijamin hingga usia tua, Anda juga bisa umroh gratis dari KadoUmroh Allianz https://kadoumroh.allianz.co.id/registration?s=BlogKontes. Buatlah cerita menarik bersama Allianz dan menangkan umroh gratis.

4 Hal Penting dalam Berinvestasi untuk Bisa Sukses

4 Hal Penting dalam Berinvestasi untuk Bisa Sukses

Anda tentu tidak akan melakukan pinjaman uang jika Anda memiliki dana dan siap melakukan investasi reksadana. Anda akan menikmati hasil investasi sesuai dengan keberhasilan yang Anda dapatkan. Dalam berinvestasi tidak hanya dana yang menjadi kunci kesuksesannya. Anda juga perlu mengetahui 4 hal penting dalam berinvestasi agar mendapatkan kesuksesan.

  1. Memiliki Pengetahuan Dasar

Sebelum melakukan investasi Anda perlu memiliki pengetahuan dasar dari investasi. Menentukan jumlah dana yang ingin Anda investasikan kepada sebuah bank. Setelah itu Anda perlu menentukan tujuan dari investasi yang Anda lakukan. Adanya tujuan akan mengarahkan Anda pada jangka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan investasi.

  1. Memahami Produk yang Tersedia

Ketika Anda telah memutuskan akan melakukan investasi dan telah menentukan juga jenis investasi yang akan dilakukan. Langkah selanjutnya adalah mengetahui produk investasi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan Anda.

Anda perlu mengetahui secara detail, prosedur, keuntungan, dan juga risiko kerugiannya. Pastikan Anda menanyakan dengan detail setiap informasi yang terkait agar tidak terjadi kekeliruan sehingga sesuai dengan kebutuhan.

  1. Aktif dan Kontrol

Jika Anda melakukan investasi, Anda harus aktif agar target yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Terlebih jika Anda melakukan investasi dalam bentuk saham, Anda perlu mengetahui kondisi pasar keuangan. Anda juga harus melakukan kontrol terhadap investasi yang dilakukan.

Pemantauan yang Anda lakukan untuk terus mengetahui kondisi investasi sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak semestinya dapat ditangani dengan segera. Anda bisa menanyakan lebih langsung terhadap bank yang menjadi sasaran untuk Anda melakukan investasi.

  1. Memiliki Pengetahuan Reksadana

Ada lima macam jenis reksadana yang berlangsung di Indonesia yaitu reksadana pasar uang yang merupakan keseluruhannya berada pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan obligasi. Jenis reksadana pasar uang memiliki tingkat keamanan yang paling tinggi namun hanya memiliki sedikit keuntungan.

Jenis reksadana berikutnya yang tersedia yaitu reksadana pendapatan tetap yang berlangsung dari dana yang dialokasikan ke obligasi. Besaran dana yang dialokasikan yaitu minimal 80% dan Anda bisa mendapatkan keuntungan per tahunnya lebih dari 10%. Jenis ketiga yaitu reksadana terproteksi merupakan jenis reksadana yang dananya berada pada instrumen obligasi.

Reksadana jenis ini memberikan perlindungan 100% pada nilai investasi jika Anda mencairkannya sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Selanjutnya da reksadana campuran yang alokasi dana dilakukan dengan deposito, obligasi, dan saham. Tingkat risikonya lebih tinggi hanya saja keuntungannya lebih besar dari pada reksadana pendapatan tetap.

Jenis yang terakhir yaitu reksadana saham dengan catatan Anda akan menempatkan dana yang dimiliki sebesar 80% ke bagian saham. Risiko dan juga keuntungan yang akan didapatkan berbanding lurus tergantung dari perkembangan pasar yang terjadi.

Jika melakukan pinjaman uang Anda perlu memilih bank dengan pemberian bunga pinjaman yang kecil agar tidak terlalu mencekik. Jika akan melakukan investasi reksadana yang perlu Anda pastikan bahwa instansi tersebut memiliki izin dari reksadana yang dijalankannya.

5 Jenis Investasi Reksadana yang Bisa Dicapai dengan Pinjaman Uang

5 Jenis Investasi Reksadana yang Bisa Dicapai dengan Pinjaman Uang

Sekarang, jumlah unit per jenis investasi reksadana itu sudah ribuan. Keuntungan yang bakal Anda peroleh tergantung dari jenis reksadana yang dipilih. Cukup problematis memang kalau Anda masih baru. Kalau takut rugi, lebih baik ambil pinjaman uang saja yang tidak melibatkan agunan. Kemudian pilih jenis reksadana yang populer seperti di bawah ini.

1. Reksadana Saham

Harap bedakan antara reksadana saham dengan investasi saham. Walau mirip, pelaksanaannya betul-betul berbeda. Kalau reksadana saham, modal yang dikeluarkan sedikit dan butuh manajer investasi. Sedangkan investasi saham tidak butuh manajer investasi. Sebaliknya, Anda sendiri yang mengawasi jalannya investasi.

Pada reksadana saham, berapa pun dana yang Anda kucurkan langsung ditempatkan ke saham, minimal 80%. Sedangkan investasi saham, dana yang masuk ke saham bisa 100%. Keuntungan investasi saham tentu lebih besar daripada reksadana saham. Hanya saja antar keuntungan dan kerugiannya sama.

2. Reksadana Terproteksi

Risiko yang ditanggung Anda saat memilih reksadana ini mencapai 0%. Namun jangka waktu pencairannya harus ditentukan oleh kedua belah pihak. Pada reksadana ini, sebagian dana Anda dimasukkan dalam instrumen obligasi. Dengan begitu, walaupun nilai investasinya jatuh, dana pokok investasi tetap aman.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Return uang yang Anda peroleh per tahunnya mencapai 10%. Itu nilai rata-rata, tapi biasanya lebih. Hampir sama dengan reksadana terproteksi. Jenis reksadana ini memungkinkan dana yang Anda salurkan langsung dialokasikan ke obligasi. Minimal 80 persennya. Dengan begitu keuntungan yang diperoleh bisa menyamai perolehan reksadana saham.

4. Reksadana Pasar Uang

Keunggulan dari reksadana ini, uangnya bisa dicairkan kurang dari setahun. Berbeda dengan jenis reksadana yang lain. Hal ini sudah menjadi ketentuan umum. Dana yang Anda suplai langsung ditempatkan pada SBI, obligasi, maupun deposito.

5. Reksadana Campuran

Berbagai instrumen reksadana bergabung menjadi satu. Itulah reksadana campuran. Hanya saja, risiko reksadana campuran cukup tinggi karena melibatkan saham. Dibandingkan dengan reksadana deposito, reksadana tetap, maupun reksadana pasar uang, jenis reksadana ini memiliki keuntungan yang lebih tinggi.

Rata-rata jenis investasi reksadana itu memberikan keuntungan dari bunga. Apabila Anda tidak menyukai ketentuan tersebut, mungkin ada baiknya pilih reksadana syariah. Investasi dengan pinjaman uang juga boleh. Hanya saja keuntungannya didapatkan dari upaya bagi hasil. Sedangkan manajer investasinya murni sebagai fasilitator di antara kedua belah pihak.